Langsung ke konten utama

Warung Cepoek

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Other
Location:Pengadegan, belakang sonoan dikitnya STEKPI Kalibata
Garasi yang diberdayakan jadi rumah makan ini, hampir tiap hari penuh pengunjung.
Terletak ga jauh dari kampus STEKPI, somewhere di pengadegan barat gitu.
Bener-bener garasi dengan bangku panjang di kiri kanan dan satu meja panjang untuk prasmanan.
Percaya deh, semua jenis makanan yang terhidang di meja itu bener-bener menggoda selera.
Pertama kali ke sini, langsung ambil nasi pepes, yang disini di sebut Nasi Burih.
Isinya nasi yang dibumbui rempah diramaikan cabe rawit, potongan ati-ampela, dan udang utuh (minus kepala), dibungkus daun pisang, dan dibakar.
Rasanya? gue sih doyan, cuma porsinya cukup besar, kalo ga lagi lapeerrrr banget, mending ambil satu nasi buat berdua.
Selain nasi burih, pepes-pepes an lain yang tersedia adalah pepes jamur, pepes tahu, pepes oncom, pepes telor ikan.
Gorengan udang, tempe, tahu, sayur asem, gepuk, ikan goreng (jenisnya tergantung musim) sambel dan lalap ga pernah absen dari daftar.
Kemarin siang untuk yang ke sekian kali ke sana, gue coba ikan asin cabe (ikan asin bulu ayam) sama asem-asem iga.
Verdict: sampe saat ini, dari seluruh makanan yang gue cobain di sana (semua yang udah gue listing di atas), belom pernah gue kecewa.
Tempenya biar udah dingin, masih kering dan padat, gorengan udang segede kipasnya juga gurih renyah, tapi emang yang istimewa dari warung ini, nasi Burihnya kata gue mah. Gurih ditingkahi dengan sensasi ati ampela dan udang yang bertebaran.
Harga, untuk membayar semua kelezatan itu, relatif murah.
Nasi burih : 7500/bungkus
Asem-asem iga : 12500/mangkok
Kemarin gue makan : Nasi putih, ikan asin, tempe, dan pepes jamur + teh anget, ngabisin 9000 perak sajah

Komentar

  1. he..he..untung udah nyoba sebelum keluar..kapan ya bisa nyoba lagi?

    BalasHapus
  2. Hihihi..ya nanti lah, kalo pulang k endonesa...ato kasih tau si Alfred aja biar dia bikin...tapi bikin heboh se asrama ga ya, kamar penuh asap...hehe

    BalasHapus
  3. Neng Ingke hatur nuhun sudah nulis tentang keberadaan waroeng sederhana CEPOEK, neng Ingke sudah menghargai dengan tulus tentang suatu "Karya" semoga gusti Allah senantiasa merahmatinya amii (3) salam dari kel. besar waroeng cepoek baru buka blognya neng ingke. address : agoes@waroeng-cepoek.net

    BalasHapus
  4. Kang Agoes, sawangsulna.Dasarna abdi resep nyobian emameun, matak na seueur kukurilingan milarian nu raos.
    Kaleresan cocok pisan sareng masakan waroeng cepoek.
    Tapi dah saya mah, se-objektif mungkin kalo mereview. Enak dibilang enak, yang enggak, ya maap-maap (^_^)v
    Mugia makin laris waroeng na!

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah, sekarang neng Ingke tugas dimana ? apakah masih terus kuliah apa sudah kerja ? kayaknya lagi study belajar di luar negri ya.... Opps ! pokoknya happy happy saja , tuntut ilmu biar ada wanita perkasa di negri kita apalagi diwaroeng cepoek....Al 'ilmu Nuurun. Waljahlu Dholamun ....
    Salam Kang Cepoek : www. waroeng-cepoek.net

    BalasHapus
  6. Saya mah Kuli ah aja..di Pancoran situ Kang..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muthia Anak shalihah kesayanganku yang wajahnya plek ketiplek mirip daku, banyak banget yang perlu dicatat supaya ga lupa. Dan jadi kenangan buat dia kalau dibaca kapan-kapan. Another rambling nampaknya hahaha Muthia, tahun ini kelas 2SD umurnya sudah 7 tahun. Alhamdulillah mendekati kenaikan kelas, sudah bisa membaca berkat teorinya si mamah. Rajin sekali ke sekolah, meski sedang sakit, rajin belajar dan rajin mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Saat ini sedang rajin baca buku Toto chan, Gadis Cilik di Jendela. Selasa lalu, karena diare dan muntah yang berkepanjangan, jadilah kami berkunjung ke RSUD Pasar Rebo konsul ke dr Apin. Kebiasaan paling pentingnya adalah, dia selalu jadi time keeper untuk orang serumah, terutama kalau dia sudah beres bersiap. Seperti pagi ini, dia sudah ribut mandi dari jam 6.15, melihat kakaknya belum bangun bakda shalat shubuh, dia sibuk berteriak-teriak dari ruang tengah "Umiii, itu kaka belum bangun. Abii, bangun dong, keluarin motoo...

Tiga Malam di Malaysia. Part 3. Naik ke ketinggian

Hari kedua : Sabtu 06 July 2013 Setelah menunaikan shalat shubuh, dan mutar-muter cari lokasi shower di Bandara segede itu ndak ketemu, ya sutralah. Segera capcus cari stesyen kereta paling canggih yang kami berdua pernah rasakan sampai saat ini. Yaitu KLIA Ekspres, kalau mau tau penampakan interior kereta yang cuma 28menit dari KLIA ke KL Sentral (bandingkan dengan bus bisa 50-60 menit), bisa liat iklan pembersih dan pelembab wajah merek "Kolam" yah. Kosooong, duingiiin, super cepat bagi saya Tapi ya ada harga ada rupa sih, naik bis "cuma" RM 10, si KE ini RM 35. Perjalanan singkat KLIA ke KL Sentral dalam KE sungguh sayang buat dilewatkan dengan tidur. Hanya saja, tempat duduk ciamik dan AC yang duingin ditambah minimnya jumlah penumpang, bikin saya tidur tak tertahankan. Mustinya kami naik KE ini dalam perjalanan pulang dari KL Sentral - KLIA, supaya ga terburu-buru. (ada di post selanjutnya, ciss macam ada yang nak bace je..) Numpang mandi di KL Sent...

Cerita Lebaran 2010

Alhamdulillah, tahun ini masih bisa menjalankan ibadah puasa, meski gagal puasa di hari terakhir ramadhan, termasuk gagal shalat ied, tetep aja ngalamin lebaran yang cukup seru Hari pertama lebaran, tahun ini giliran di rumah pumpkin hut,seperti biasa, keliling rumah tetangga, sambil nuntun si kaka yg umurnya s d masuk 18bln. Pake baju baru koko pakistan gitu warna abu, bikin si kaka jd ganteng heuheu* ibu narsis*. Hari kedua malem pulkam ke Serang dijemput adek n suaminya, sempet mampir dan lebaranan dulu ke Cibubur. Besoknya hibernate seharian, si kaka diurus nyokap dan adek heuheuheu *ibu ga tau diri* Besoknya lagi baru deh sowan ke rumah uwak semata wayang ( yg ada di Serang) pulangnya mampir ke pejaten kramat watu, ke mbak ku seperjuangan yang kebetulan ga mudik ke lampung maupun ke bogor. Di sana di sambut 'gegap gempita' 5 krucil kisaran umur 1 taun-10 thn lebih. Dua yang terbesar sedang shaum syawal, heibat guys! Pulangnya sempat pingin bablas ke anyer, tapi kesorean ak...