Langsung ke konten utama

Tegal Parang Hari Ini

Gue punya tiga pilihan rute buat pergi ke kantor 

1. Jalur normal : berarti keluar Bangka VIII menyusuri pinggir nyaris nempel trotoar Jl Raya Buncit yang ga pernah lengang belok kanan di perempatan Mampang melaju lewat Fly over. Kalo dah lewat perempatan ini, gue udah bisa bernapas lega

2. Jalur yang gue temuin dan diniatin buat disusurin setelah banjir kemarin : keluar lewat Bangka Raya belok di depan Suara Karya, ngikut ke kiri via depan TarQ puter balik di daerah Gereja Santa. 2 - 3 hari abis banjir sih lancar, setelah itu? Kapok, ga mau lewat situ lagi

3. Jalur yang ga pernah macet : keluar Mampang Prapatan VII masuk Mampang Prapatan VIII, susurin jalan di tegal parang selatan, masuk komplek AURI, keluar jalan raya pasar minggu puter balik di lampu merah  pancoran.

 

Kalo gue lagi males, bermacet-macet terlalu banyak, gue biasanya ambil Jalur nomor 3. Dan hari ini, waktu gue sampe di mulut Mampang Prapatan VII, gue liat Jalan Buncit ke kiri begitu padatnya. Jadilah gue ambil jalur 3. Jalan ini seperti biasa lancar, tapi today, omigod, pas nyampe di pertigaan tegal parang yang seuprit itu, macet yang ampun-ampunan ga ter elakan. Asli deh, lewat sini mulei taun 2001, ga pernah ngalamin macet. Apparently, kami semua yang terjebak di situ hari ini, berpikir dengan cara yang sama. Oughhh....

Gue stuck di situ sekitar 10 menitan! Untung ada abang-abang yang bantuin, sehingga gue bisa lolos. Tapi mobil banyak yang bergerak. Selain sikap ga disiplin dari pengendara motor yang ngotot merangsek maju bahkan pake makan jalan yang bukan haknya, di jalan yang ga terlalu lebar ini juga banyak diparkir mobil-mobil.

Gue emang pake motor, tapi basi juga kalo ngeliat pengendara lain yang ga bertanggung jawab dan menyebabkan macet berkepanjangan. Tambah parah dengan sikap ga ada yang mau ngalah.

 

Yaa, keliatannya, saat ini, jalur normal adalah yang paling bisa gue andalkan. Walopun untuk itu gue musti merelakan  sol sepatu gue makin tipis di'makan' aspal.

Pengen sih ngambil gambarnya, tapi kayaknya agak repot ya secara pasti malah bakal bikin kerepotan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bromo

Cuma tiga kata deh buat bromo... Cantik..cantik..cantik.. Biar dingin, worth to do lah... Dari pada ke tumasik ato ke Kl, mending ke sini. Wong turis dari seluruh dunia aja nyari sunrisenya ke sini. Hyuuk

Tiga Malam di Malaysia. Part 3. Naik ke ketinggian

Hari kedua : Sabtu 06 July 2013 Setelah menunaikan shalat shubuh, dan mutar-muter cari lokasi shower di Bandara segede itu ndak ketemu, ya sutralah. Segera capcus cari stesyen kereta paling canggih yang kami berdua pernah rasakan sampai saat ini. Yaitu KLIA Ekspres, kalau mau tau penampakan interior kereta yang cuma 28menit dari KLIA ke KL Sentral (bandingkan dengan bus bisa 50-60 menit), bisa liat iklan pembersih dan pelembab wajah merek "Kolam" yah. Kosooong, duingiiin, super cepat bagi saya Tapi ya ada harga ada rupa sih, naik bis "cuma" RM 10, si KE ini RM 35. Perjalanan singkat KLIA ke KL Sentral dalam KE sungguh sayang buat dilewatkan dengan tidur. Hanya saja, tempat duduk ciamik dan AC yang duingin ditambah minimnya jumlah penumpang, bikin saya tidur tak tertahankan. Mustinya kami naik KE ini dalam perjalanan pulang dari KL Sentral - KLIA, supaya ga terburu-buru. (ada di post selanjutnya, ciss macam ada yang nak bace je..) Numpang mandi di KL Sent...
Muthia Anak shalihah kesayanganku yang wajahnya plek ketiplek mirip daku, banyak banget yang perlu dicatat supaya ga lupa. Dan jadi kenangan buat dia kalau dibaca kapan-kapan. Another rambling nampaknya hahaha Muthia, tahun ini kelas 2SD umurnya sudah 7 tahun. Alhamdulillah mendekati kenaikan kelas, sudah bisa membaca berkat teorinya si mamah. Rajin sekali ke sekolah, meski sedang sakit, rajin belajar dan rajin mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Saat ini sedang rajin baca buku Toto chan, Gadis Cilik di Jendela. Selasa lalu, karena diare dan muntah yang berkepanjangan, jadilah kami berkunjung ke RSUD Pasar Rebo konsul ke dr Apin. Kebiasaan paling pentingnya adalah, dia selalu jadi time keeper untuk orang serumah, terutama kalau dia sudah beres bersiap. Seperti pagi ini, dia sudah ribut mandi dari jam 6.15, melihat kakaknya belum bangun bakda shalat shubuh, dia sibuk berteriak-teriak dari ruang tengah "Umiii, itu kaka belum bangun. Abii, bangun dong, keluarin motoo...