Langsung ke konten utama

Thai Kwetiaw

Rating:★★★★
Category:Other
Tadi malem dapet undangan makan malem di farewellnya Pak Kupetz yang dapet assignment ke Singapura. Seperti biasa, makan gratis is always a good choice hehe
Ga itu doang sih, gue emang ikutan sedih nih sama kepergian si Bapak yang sepanjang gue kenal beliau ga pernah meledak marah-marah. Makanya dia disayang sama anak buahnya.
Kateringnya sih biasa, punya artis gaek lewat 60 tahun yang kulitnya masih mulus ga pake di wiru walopun konon ga pernah facelift.
Yang ga biasa tuwh, di sana ada booth Thai Kwetiau. menurut gue ini rada-rada nyentrik, beda dari kwetiaw-kwetiaw lain yang gue pernah coba.
Bahan pelengkapnya sih biasa : Kwetiau campur bihun yang sudah di rebus, kangkung, toge, buntut sapi dan baso sapi . Jadi caranya sbelum ditata di mangkok, ambil kwetiau, bihun, kangkung, toge dimasukan ke alat perebus bergagang panjang, celupkan si kwetiau dkk tadi ke kuah yang bergolak, kira-kira empuk baru di tata di mangkuk terus disiram kuah coklat plus baso. Ditambah tongcai, daun bawang dan ketumbar yang diiris halus, bawang putih goreng yang direndam di minyaknya plus penyedap rasa (kalo suka). Sekali seruput, hmm, hangat, gurih, manis, semriwing harum, daun jeruk, kayu manis, sereh dan daun ketumbar memenuhi seluruh indera penciuman. Syedeeeeeppp pisaann!
Di mejanya juga tersedia bumbu pelengkap seperti cabe bubuk, sambel cabe, kacang tanah tumbuk kasar dan kecap ikan.
Supaya tetap dapet rasa aslinya, cuma berani nambahin bubuk cabe.
Uuugh, tambah mantabh pokoknya.
Secara ini adalah signature dish dari Bu Kupetz -yang asli Thai-, kliatannya bakalan susah sih dapetin ini menu di any thai resto.
Tapi beliaunya buka rahasia, kalo dia dan komuniti Thailand di jakarta sering bikin thai bazaar yang penuh makanan dan pernak-pernik a la negeri gajah putih itu.
And the nearest is tgl 04.05.07 di Golf apartment di Pondok Indah. Set reminder di hp aahhh.
Huhuy, biarin jauh, bakal dijabanin deh. manapula si Ibu dah ngasih jaminan bakal sediain juga penganan andalannya beliau, Thai pisang goreng.
Mariiii.....!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muthia Anak shalihah kesayanganku yang wajahnya plek ketiplek mirip daku, banyak banget yang perlu dicatat supaya ga lupa. Dan jadi kenangan buat dia kalau dibaca kapan-kapan. Another rambling nampaknya hahaha Muthia, tahun ini kelas 2SD umurnya sudah 7 tahun. Alhamdulillah mendekati kenaikan kelas, sudah bisa membaca berkat teorinya si mamah. Rajin sekali ke sekolah, meski sedang sakit, rajin belajar dan rajin mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Saat ini sedang rajin baca buku Toto chan, Gadis Cilik di Jendela. Selasa lalu, karena diare dan muntah yang berkepanjangan, jadilah kami berkunjung ke RSUD Pasar Rebo konsul ke dr Apin. Kebiasaan paling pentingnya adalah, dia selalu jadi time keeper untuk orang serumah, terutama kalau dia sudah beres bersiap. Seperti pagi ini, dia sudah ribut mandi dari jam 6.15, melihat kakaknya belum bangun bakda shalat shubuh, dia sibuk berteriak-teriak dari ruang tengah "Umiii, itu kaka belum bangun. Abii, bangun dong, keluarin motoo...

Tiga Malam di Malaysia. Part 3. Naik ke ketinggian

Hari kedua : Sabtu 06 July 2013 Setelah menunaikan shalat shubuh, dan mutar-muter cari lokasi shower di Bandara segede itu ndak ketemu, ya sutralah. Segera capcus cari stesyen kereta paling canggih yang kami berdua pernah rasakan sampai saat ini. Yaitu KLIA Ekspres, kalau mau tau penampakan interior kereta yang cuma 28menit dari KLIA ke KL Sentral (bandingkan dengan bus bisa 50-60 menit), bisa liat iklan pembersih dan pelembab wajah merek "Kolam" yah. Kosooong, duingiiin, super cepat bagi saya Tapi ya ada harga ada rupa sih, naik bis "cuma" RM 10, si KE ini RM 35. Perjalanan singkat KLIA ke KL Sentral dalam KE sungguh sayang buat dilewatkan dengan tidur. Hanya saja, tempat duduk ciamik dan AC yang duingin ditambah minimnya jumlah penumpang, bikin saya tidur tak tertahankan. Mustinya kami naik KE ini dalam perjalanan pulang dari KL Sentral - KLIA, supaya ga terburu-buru. (ada di post selanjutnya, ciss macam ada yang nak bace je..) Numpang mandi di KL Sent...

Cerita Lebaran 2010

Alhamdulillah, tahun ini masih bisa menjalankan ibadah puasa, meski gagal puasa di hari terakhir ramadhan, termasuk gagal shalat ied, tetep aja ngalamin lebaran yang cukup seru Hari pertama lebaran, tahun ini giliran di rumah pumpkin hut,seperti biasa, keliling rumah tetangga, sambil nuntun si kaka yg umurnya s d masuk 18bln. Pake baju baru koko pakistan gitu warna abu, bikin si kaka jd ganteng heuheu* ibu narsis*. Hari kedua malem pulkam ke Serang dijemput adek n suaminya, sempet mampir dan lebaranan dulu ke Cibubur. Besoknya hibernate seharian, si kaka diurus nyokap dan adek heuheuheu *ibu ga tau diri* Besoknya lagi baru deh sowan ke rumah uwak semata wayang ( yg ada di Serang) pulangnya mampir ke pejaten kramat watu, ke mbak ku seperjuangan yang kebetulan ga mudik ke lampung maupun ke bogor. Di sana di sambut 'gegap gempita' 5 krucil kisaran umur 1 taun-10 thn lebih. Dua yang terbesar sedang shaum syawal, heibat guys! Pulangnya sempat pingin bablas ke anyer, tapi kesorean ak...