Langsung ke konten utama

Akhirnya...pencarianku berakhir..

Alhamdulillah..sabtu kemarin, setelah bimbang beberapa lama, gw menemukan rumah sakit yang akan jadi tempat bersalin nanti, Insya Allah..

Nyaris ga jadi dateng karena sdh terlalu sering ganti RS, tp disemangatin misua karena lokasinya yang cuma sepelemparan batu dari rumah.

Yup, Insya Allah gw bakal melahirkan di RS Puri Cinere. Sebetulnya faktor dokternya sih yang bikin gw memutuskan akan bersalin di sini. Pertemuan pertama sama dr Dewi Prabarini, langsung membulatkan tekad. Orangnya ramah, informatif dan insyaAllah bersedia membantu persalinan..Selain di Cinere, dr Dewi juga berpraktik di Brawijaya Hospital dan RSIA Muhamaddiyah Gandaria.

Kemarin sempat di USG 4 dimensi, wajah si dedek sudah kelihatan, but you know laah all babies look alike...tapi senaaaang rasanya melihat dia baik-baik aja. Beratnya masih masuk range normal meski agak kecil..di minggu ke 26 ini (28 kalo hitungan dari HPHT) baru 850gr saja.

Hmm, jadi lebih tenang, at least sdh dapet dokter yang ok dan rumah sakit yang dekat saja..

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bromo

Cuma tiga kata deh buat bromo... Cantik..cantik..cantik.. Biar dingin, worth to do lah... Dari pada ke tumasik ato ke Kl, mending ke sini. Wong turis dari seluruh dunia aja nyari sunrisenya ke sini. Hyuuk

Tiga Malam di Malaysia. Part 3. Naik ke ketinggian

Hari kedua : Sabtu 06 July 2013 Setelah menunaikan shalat shubuh, dan mutar-muter cari lokasi shower di Bandara segede itu ndak ketemu, ya sutralah. Segera capcus cari stesyen kereta paling canggih yang kami berdua pernah rasakan sampai saat ini. Yaitu KLIA Ekspres, kalau mau tau penampakan interior kereta yang cuma 28menit dari KLIA ke KL Sentral (bandingkan dengan bus bisa 50-60 menit), bisa liat iklan pembersih dan pelembab wajah merek "Kolam" yah. Kosooong, duingiiin, super cepat bagi saya Tapi ya ada harga ada rupa sih, naik bis "cuma" RM 10, si KE ini RM 35. Perjalanan singkat KLIA ke KL Sentral dalam KE sungguh sayang buat dilewatkan dengan tidur. Hanya saja, tempat duduk ciamik dan AC yang duingin ditambah minimnya jumlah penumpang, bikin saya tidur tak tertahankan. Mustinya kami naik KE ini dalam perjalanan pulang dari KL Sentral - KLIA, supaya ga terburu-buru. (ada di post selanjutnya, ciss macam ada yang nak bace je..) Numpang mandi di KL Sent...
Muthia Anak shalihah kesayanganku yang wajahnya plek ketiplek mirip daku, banyak banget yang perlu dicatat supaya ga lupa. Dan jadi kenangan buat dia kalau dibaca kapan-kapan. Another rambling nampaknya hahaha Muthia, tahun ini kelas 2SD umurnya sudah 7 tahun. Alhamdulillah mendekati kenaikan kelas, sudah bisa membaca berkat teorinya si mamah. Rajin sekali ke sekolah, meski sedang sakit, rajin belajar dan rajin mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Saat ini sedang rajin baca buku Toto chan, Gadis Cilik di Jendela. Selasa lalu, karena diare dan muntah yang berkepanjangan, jadilah kami berkunjung ke RSUD Pasar Rebo konsul ke dr Apin. Kebiasaan paling pentingnya adalah, dia selalu jadi time keeper untuk orang serumah, terutama kalau dia sudah beres bersiap. Seperti pagi ini, dia sudah ribut mandi dari jam 6.15, melihat kakaknya belum bangun bakda shalat shubuh, dia sibuk berteriak-teriak dari ruang tengah "Umiii, itu kaka belum bangun. Abii, bangun dong, keluarin motoo...