Langsung ke konten utama

Post Power Syndrome






Sekarang
gue bisa ngerti, gimana rasanya jadi orang yang kena post power
syndrome

Apalagi
kalo itu menimpa bapak-bapak yang sdh jadi pejabat lamaaaaa
banget

Lah gue aja
baru ngerjain beberapa belas bulan, pas responsibility gue di cut cut seenak
jidat, ngerasa apa yah?

ga
berharga, ga penting, ga berguna gitu

Well, gue
pernah dapet kiriman email yang cerita tentang seseorang yang selalu bisa
'memilih' untuk bersikap postif tiap paginya, gue berusaha nerapin apa yang
dilakukannya ke kasus gue ini

Walopun gue
ga lagi dilibatkan dalam banyak hal penting -- yang sebener-benernya-- berkaitan
sama kerjaan gue, mestinya gue bisa ambil bright side nya yah seperti
:

1. Kerjaan
gue berkurang, ga perlu mikir strategi apa yang bisa bikin performance report
kerjaan gue bisa keliatan di mata GM yang nentuin target seenak gundulnya (kalo
ini bukan asal njeplak secara doi beneran gundul gitu lho)

gue bisa
pake waktu nya buat nulis-nulis crap thing kayak gini
kan..?!

2. Gaji gue
sendiri ga berkurang, yah meskipun jadi ga punya bargaining power buat ngajuin
bonus juga sih

Tapi yaahh,
apa yang mau diharepin dari departemen gue yang sekarang? bonus???? its outta my
league though...

Hmm, kenapa
gue masih merasa hampa yah....

Oough I
missed the old days, dimana boss gue tanpa diminta ngajuin bonus buat kami anak
buahnya, secara dia keep an eye sama kerjaan kami tanpa diminta...oough.. will
it be back ..?

class=156211003-10102006> 

--Posting
ke-2 via e-mail sejak gue ga bisa ngMP di kantor....



size=2> 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bromo

Cuma tiga kata deh buat bromo... Cantik..cantik..cantik.. Biar dingin, worth to do lah... Dari pada ke tumasik ato ke Kl, mending ke sini. Wong turis dari seluruh dunia aja nyari sunrisenya ke sini. Hyuuk

Tiga Malam di Malaysia. Part 3. Naik ke ketinggian

Hari kedua : Sabtu 06 July 2013 Setelah menunaikan shalat shubuh, dan mutar-muter cari lokasi shower di Bandara segede itu ndak ketemu, ya sutralah. Segera capcus cari stesyen kereta paling canggih yang kami berdua pernah rasakan sampai saat ini. Yaitu KLIA Ekspres, kalau mau tau penampakan interior kereta yang cuma 28menit dari KLIA ke KL Sentral (bandingkan dengan bus bisa 50-60 menit), bisa liat iklan pembersih dan pelembab wajah merek "Kolam" yah. Kosooong, duingiiin, super cepat bagi saya Tapi ya ada harga ada rupa sih, naik bis "cuma" RM 10, si KE ini RM 35. Perjalanan singkat KLIA ke KL Sentral dalam KE sungguh sayang buat dilewatkan dengan tidur. Hanya saja, tempat duduk ciamik dan AC yang duingin ditambah minimnya jumlah penumpang, bikin saya tidur tak tertahankan. Mustinya kami naik KE ini dalam perjalanan pulang dari KL Sentral - KLIA, supaya ga terburu-buru. (ada di post selanjutnya, ciss macam ada yang nak bace je..) Numpang mandi di KL Sent...
Muthia Anak shalihah kesayanganku yang wajahnya plek ketiplek mirip daku, banyak banget yang perlu dicatat supaya ga lupa. Dan jadi kenangan buat dia kalau dibaca kapan-kapan. Another rambling nampaknya hahaha Muthia, tahun ini kelas 2SD umurnya sudah 7 tahun. Alhamdulillah mendekati kenaikan kelas, sudah bisa membaca berkat teorinya si mamah. Rajin sekali ke sekolah, meski sedang sakit, rajin belajar dan rajin mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Saat ini sedang rajin baca buku Toto chan, Gadis Cilik di Jendela. Selasa lalu, karena diare dan muntah yang berkepanjangan, jadilah kami berkunjung ke RSUD Pasar Rebo konsul ke dr Apin. Kebiasaan paling pentingnya adalah, dia selalu jadi time keeper untuk orang serumah, terutama kalau dia sudah beres bersiap. Seperti pagi ini, dia sudah ribut mandi dari jam 6.15, melihat kakaknya belum bangun bakda shalat shubuh, dia sibuk berteriak-teriak dari ruang tengah "Umiii, itu kaka belum bangun. Abii, bangun dong, keluarin motoo...