Langsung ke konten utama

Bikin Hidup Lebih Hidup, jadi teman yang baik buat temen kita

Hari ini ikut kajian di mushalla akhwat...

Sebetulnya judulnya, Bikin Hidup Lebih Hidup..intinya sebagai orang hidup, supaya hidupnya bermakna, musti punya tujuan...yang jelas dan ga kabur...dengan sasaran2 antara yang juga achievable..dan buat kita yang muslim, tujuan tertinggi adalah "Ridho Illahi" Berarti juga musti tau, apa sih yang bisa membuat Allah ridha akan kita? Ternyata jawabannya solusi antara-bukan final-juga nih..secara yang ada, jawabannya adalah kita musti terus belajar terus..Sebagai makhluk, patuh adalah kata kunci buat 'menyenangkan' sang Khalik..meski kalo kita ga patuh pun, Sang Khalik ga rugi juga...

Bahasan sampingnya adalah, bahwa setelah kita belajar untuk tau hal2 apa aja yg musti kita lakukan, yang kita tau itu normalnya harus dipahami yang sejajar dengan pengamalan secara langsung...Ustadzahnya kasih contoh..copet2 itu yang kebanyakan muslim..kan tau kalo nyopet itu dosa..tau juga konsekwensinya..tapi dia tetep melakukan 'amalan' mencopet dan mengabaikan 'pengetahuan' yang ada pada dirinya ttg dosa itu..maka itu dinamakan sekedar tau, tp bukan paham..karena pahams udah pasti mengaitkan antara apa yang dia tau dengan perbuatannya...Nah trus ada yang nanya, gimana caranya supaya kita terlatih buat menjadikan 'tau' kita jadi 'faham'?

Jawabannya, kita mesti menumbuhkan kesadaran itu bareng2..jadi bisa saling mengingatkan kalo ada yang lalai...cuma yang jadi pikiran, seringkali, yang dianggap teman yang baik adalah yang tidak 'mengganggu' urusan temannya. Apalagi ngingatin urusan yang ada kaitannya dengan agama, karena kata orang sekarang, agama mah cuma urusan individu sama tuhannya, benarkah demikian...

Karena sebetulnya, bukan atas dorongan rese' ato iri ato ga seneng liat orang lain seneng, yang bikin kita semangat ngingatin temen, tapi karena surga ga seru kalo ga ditinggalin rame2 ..walah..koq pede gini yah..maksudnya karena kita ingin baik bareng2..selaras kan sama perintah Allah dalam QS Al Imran : 104? =))

Pingin banget jadi teman yang mampu menjadi inspirasi, mengingatkan tanpa ragu teman2 di sekeliling kita buat berubah ke arah yang lebih baik dan benar...susah juga ya kalo apa yg jadi persepsi orang2 "Mind Your Own Business" sudah terlanjur membatu.. =(((

Komentar

  1. Mba Ingke, cuma mau berbagi, hari ini di TransTV juga judul ceramah Arifin dan Amin Rais adalah :Nasehat menasehati dalam sabar :) (intinya gituuu...hehe...you know laah my brain capacity, suka nggak bisa nginget komplit:)) Dan benar adanya mba, karena sekarang kita terlalu seneng dgn kalimat "mind your own business"... Seolah2 kita benar2 takut utk "mengingatkan" orang lain karena takut dgn tanggapan dibilang ngurusin urusan mereka. Satu hal lagi mba ingin dibagi...terkadang juga ketika kita mengingatkan orang lain, kita lupa "manner", sering main hantam kromo antara cara mengingatkan ke teman yang satu dgn temen yg lainnya...sementara 2 orang ini memiliki 'type" yang berbeda...dan itu...sering terjadi :D which leads to misunderstanding ...

    BalasHapus
  2. Iya ya..terlalu semangat, kalo diterima sama orang lain salah, juga berabe..
    tapi kemarin sabtu dapet tambahan ilmu juga silv, bahwa kalo kita diskusi, lebih baik pake metode pull energy, rather than push energy yang biasanya bakal bikin audiencenya defend them self...tapi secara ingke pribadi tuh temperamen dan pengennya serba instant, rada susah juga nih =(

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muthia Anak shalihah kesayanganku yang wajahnya plek ketiplek mirip daku, banyak banget yang perlu dicatat supaya ga lupa. Dan jadi kenangan buat dia kalau dibaca kapan-kapan. Another rambling nampaknya hahaha Muthia, tahun ini kelas 2SD umurnya sudah 7 tahun. Alhamdulillah mendekati kenaikan kelas, sudah bisa membaca berkat teorinya si mamah. Rajin sekali ke sekolah, meski sedang sakit, rajin belajar dan rajin mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Saat ini sedang rajin baca buku Toto chan, Gadis Cilik di Jendela. Selasa lalu, karena diare dan muntah yang berkepanjangan, jadilah kami berkunjung ke RSUD Pasar Rebo konsul ke dr Apin. Kebiasaan paling pentingnya adalah, dia selalu jadi time keeper untuk orang serumah, terutama kalau dia sudah beres bersiap. Seperti pagi ini, dia sudah ribut mandi dari jam 6.15, melihat kakaknya belum bangun bakda shalat shubuh, dia sibuk berteriak-teriak dari ruang tengah "Umiii, itu kaka belum bangun. Abii, bangun dong, keluarin motoo...

Tiga Malam di Malaysia. Part 3. Naik ke ketinggian

Hari kedua : Sabtu 06 July 2013 Setelah menunaikan shalat shubuh, dan mutar-muter cari lokasi shower di Bandara segede itu ndak ketemu, ya sutralah. Segera capcus cari stesyen kereta paling canggih yang kami berdua pernah rasakan sampai saat ini. Yaitu KLIA Ekspres, kalau mau tau penampakan interior kereta yang cuma 28menit dari KLIA ke KL Sentral (bandingkan dengan bus bisa 50-60 menit), bisa liat iklan pembersih dan pelembab wajah merek "Kolam" yah. Kosooong, duingiiin, super cepat bagi saya Tapi ya ada harga ada rupa sih, naik bis "cuma" RM 10, si KE ini RM 35. Perjalanan singkat KLIA ke KL Sentral dalam KE sungguh sayang buat dilewatkan dengan tidur. Hanya saja, tempat duduk ciamik dan AC yang duingin ditambah minimnya jumlah penumpang, bikin saya tidur tak tertahankan. Mustinya kami naik KE ini dalam perjalanan pulang dari KL Sentral - KLIA, supaya ga terburu-buru. (ada di post selanjutnya, ciss macam ada yang nak bace je..) Numpang mandi di KL Sent...

Cerita Lebaran 2010

Alhamdulillah, tahun ini masih bisa menjalankan ibadah puasa, meski gagal puasa di hari terakhir ramadhan, termasuk gagal shalat ied, tetep aja ngalamin lebaran yang cukup seru Hari pertama lebaran, tahun ini giliran di rumah pumpkin hut,seperti biasa, keliling rumah tetangga, sambil nuntun si kaka yg umurnya s d masuk 18bln. Pake baju baru koko pakistan gitu warna abu, bikin si kaka jd ganteng heuheu* ibu narsis*. Hari kedua malem pulkam ke Serang dijemput adek n suaminya, sempet mampir dan lebaranan dulu ke Cibubur. Besoknya hibernate seharian, si kaka diurus nyokap dan adek heuheuheu *ibu ga tau diri* Besoknya lagi baru deh sowan ke rumah uwak semata wayang ( yg ada di Serang) pulangnya mampir ke pejaten kramat watu, ke mbak ku seperjuangan yang kebetulan ga mudik ke lampung maupun ke bogor. Di sana di sambut 'gegap gempita' 5 krucil kisaran umur 1 taun-10 thn lebih. Dua yang terbesar sedang shaum syawal, heibat guys! Pulangnya sempat pingin bablas ke anyer, tapi kesorean ak...