Langsung ke konten utama

Haji dan Ibu....

Sabtu kemarin, saat gue 'mabuk'buku di pameran buku di gedung Diknas,temen kantor gue sms. Minta doa karena berencana menunaikan ibadah haji bareng ibunya Desember taun ini.Ga tau kenapa ya, ada perasaan mengharu biru (halah) tiap denger ada temen yang diberi kesempatan buat mengunjungi baitullah. Pertama kesempatan berhajinya. Gak semua orang mampu bayar ONH yang naik terus-kalopun turun cuma seiprit.Gak semua orang yang mampu bayar juga, merasa dapet 'panggilan' buat mendekat mendatangi rumah Allah ini.Jadi intinya, yang bisa berhaji, menurut gue termasuk orang yang beruntung karena terpilih. Kedua, temen gue ini berhaji berdua bareng ibunya. Ough romantis banget.Nyokap gue mah udah ber-andai-andai kalo gue ma beliau happened to have a chance,kita dah berencana jalan-jalan bergandengan di pasar seng nyari urap ato sayur asem (halah) Mungkin alesannya temen gue karena dianya juga masih single, dan ng-hajiin ibunya kan pahalanya gede ga tuh... Jadi pengen ng-hajiin nyokap gue juga...< Hiks..hiks..jadi malu ati juga Semoga gue dan nyokap gue jadi orang yang beruntung karena terpilih juga buat mengunjungi rumah Allah yang utama...amien

Komentar

  1. ke, kalo yg ingke.vox.com ga bisa di komentarin ya?

    Sy mo koment tuk M2 nih:
    Berarti kami hrs betul-betul mempersiapkan diri scr maximal dong biar kalo pulang nanti sudah siap 100% gabung temen2.

    Kalo tuk haji nunggu aja dpt suami kaya biar bisa pergi haji tiap tahun. he....he....he....bercanda ke................

    BalasHapus
  2. Bisa koq, tapi musti log in dulu ato sign in kalo blom jadi member hehe
    Pulang? kemana? kan seluruh tempat kita berpijak adalah lahan dakwah?
    Iya nih, di Doha ada yang kaya dan available ga? =P

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bromo

Cuma tiga kata deh buat bromo... Cantik..cantik..cantik.. Biar dingin, worth to do lah... Dari pada ke tumasik ato ke Kl, mending ke sini. Wong turis dari seluruh dunia aja nyari sunrisenya ke sini. Hyuuk

Tiga Malam di Malaysia. Part 3. Naik ke ketinggian

Hari kedua : Sabtu 06 July 2013 Setelah menunaikan shalat shubuh, dan mutar-muter cari lokasi shower di Bandara segede itu ndak ketemu, ya sutralah. Segera capcus cari stesyen kereta paling canggih yang kami berdua pernah rasakan sampai saat ini. Yaitu KLIA Ekspres, kalau mau tau penampakan interior kereta yang cuma 28menit dari KLIA ke KL Sentral (bandingkan dengan bus bisa 50-60 menit), bisa liat iklan pembersih dan pelembab wajah merek "Kolam" yah. Kosooong, duingiiin, super cepat bagi saya Tapi ya ada harga ada rupa sih, naik bis "cuma" RM 10, si KE ini RM 35. Perjalanan singkat KLIA ke KL Sentral dalam KE sungguh sayang buat dilewatkan dengan tidur. Hanya saja, tempat duduk ciamik dan AC yang duingin ditambah minimnya jumlah penumpang, bikin saya tidur tak tertahankan. Mustinya kami naik KE ini dalam perjalanan pulang dari KL Sentral - KLIA, supaya ga terburu-buru. (ada di post selanjutnya, ciss macam ada yang nak bace je..) Numpang mandi di KL Sent...
Muthia Anak shalihah kesayanganku yang wajahnya plek ketiplek mirip daku, banyak banget yang perlu dicatat supaya ga lupa. Dan jadi kenangan buat dia kalau dibaca kapan-kapan. Another rambling nampaknya hahaha Muthia, tahun ini kelas 2SD umurnya sudah 7 tahun. Alhamdulillah mendekati kenaikan kelas, sudah bisa membaca berkat teorinya si mamah. Rajin sekali ke sekolah, meski sedang sakit, rajin belajar dan rajin mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Saat ini sedang rajin baca buku Toto chan, Gadis Cilik di Jendela. Selasa lalu, karena diare dan muntah yang berkepanjangan, jadilah kami berkunjung ke RSUD Pasar Rebo konsul ke dr Apin. Kebiasaan paling pentingnya adalah, dia selalu jadi time keeper untuk orang serumah, terutama kalau dia sudah beres bersiap. Seperti pagi ini, dia sudah ribut mandi dari jam 6.15, melihat kakaknya belum bangun bakda shalat shubuh, dia sibuk berteriak-teriak dari ruang tengah "Umiii, itu kaka belum bangun. Abii, bangun dong, keluarin motoo...